Kurikulum Pendidikan

Kurikulum Pendidikan

Kurikulum adalah seperangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang berisi tentang rancangan pelajaran yang akan diberikan dalam satu priode jenjang pendidikan.

INOVASI PENDIDIKAN DI PONDOK PESANTRAN

  • kurikulum merupakan acuan dalam menentukan tujuan, isi, metode, evakuasi pendidikan dan merupakan tolok ukur keberhasilannya.
  • Kurikulum harus dikembangkan dan dibenahin secara berkensinambungan, sesuai dengan kaju perkembangan masyarakat.
  • Kurikulum secara terstruktur dan terprogram sudah dikenal di pesantren, walaupun sudah di praktekkan (pada masa pra kemerdekaan).
  • Apakah format kurikulum pesantren harus melebur pada tuntutan zaman atau harus mempertahankannya sebagai ciri khas pesantren?.
  • Pesantren lambang pendidikan asli Indonesia, pertama berdiri th 1062 di Madura, bersama Jan Tanpes II. Dilatar belakangi pemekaran dinamika sosial, politil dan kultural.
  • Pondok pesantren berkembang intensif dan masif pada awal ditahun 70-an dengan membuka sistem Madrasah sekolah umum dan pendidikan kejuruan dalam berbagai model.

DINAMIKA DAN LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN KURIKULUM PESANTEN.

  • Kurikulum Pesantren terbagi menjadi dua macam. Yang pertama, kurikulum Tahfizh. Yaitu, dimana santri semua harus menghafal Al-Qur’an 30 Juz sesuai dengan metode yang ditentukan oleh pesantren. Yang kedua, kurikulum kitab kuning. Yaitu, kitab-kitab klasik  yang bersifat pragmatis dan sederhana = Tasawuf, Tafsir, Hadits, Fiqih, Usul Fiqh, Bahas Arab (Nahwu,  Sharop, Balagoh dan Tajwid) Mantiq, Akhlak dan Tarikh.
  • Kurikulum salafi mendalami islam secara parsial (normatif dengan alamnya, tidak siap menghadapi perkembangan zaman). Kurikulum Salafi tergantung kepada kelebihan Kiai. Bila kiainya meninggal pesantrennya pun ditinggalkan oleh santrinya.
  • Kurikulum pendidikan pesantren merupakan parpaduan/kombinasi/adopsi anatara pesantren salaf dan sekolah (negeri umu) menyatukan pengetahuan normatif dan empirik.
  • Repormasi sistem pendidikan islam pada dunia pesantren dilakukan awal abad ke 20 dengan melakukan penyesuaian yang akan mendukung kontinuitas (keberlangsungan) Pesantren.
  • Dalam menerima modernisasi pendidikan harus seleksi agar pesantren tetap survive.

 1,638 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini