K. H Sa’dulloh : Setiap Acara NU Atau Banom NU Boleh Dilaksanakan Di Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah

Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah, Sukamantri, Tanjungkerta merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh K. H Muhammad Aliyuddin, berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah An-Nahdliyyah.

 

Kyai Sa’dulloh mengatakan, Ketua Lembaga Taswir wan Nasyr Nahdlatul ‘Ulama Kabupaten Sumedang, Ayi Abdul Kohar itu bilang ke saya bahwa LTN NU Jawa Barat mau mengadakan seminar di sini, saya katakan boleh. Hal ini disampaikannya pada sambutan pembukaan Literasi Digital LTN NU Jawa Barat, Minggu (24/07/22) pagi.

 

“Tentu merupakan kebahagiaan, kehormatan bagi kami di pesantren Al-hikamussalafiyyah ini walaupun pemberitahuannya baru 2 atau 3 hari kebelakang, Ketua LTN NU Sumedang, bapak Ayi Abdul Kohar bicara pada saya bahwa LTN NU Jawa barat ingin mengadakan seminar disini. Saya katakan kalau mau seadanya silahkan disini, kalau harus bikin gedungnya dulu mungkin tahun depan”, tegasnya.

 

Ini kehormatan bagi kami, lanjut Kyai Sa’dulloh, bahwa memang acara NU yang mendadak itu sering dilakukan disini.

 

“Ini sebuah bentuk kehormatan, bahwa sering sekali acara NU yang mendadak itu dilaksanakan disini. Karena ini semata-mata bentuk khidmah kami kepada NU; bila ada kegiatan NU, Banom, atau Lembaga-lembaga ingin dilaksanakan disini silahkan. Persis dulu ketika K. H. Masdar Masdudi bersama rombongan datang kesini dulu pemberitahuannya juga mendadak”, ujar Kyai Sa’dulloh.

 

Saya katakan, selamat datang kepada para peserta, tamu undangan wabil khusus kepada para pengurus LTN NU se- Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah.

 

“Tentunya yang ingin saya katakan, selamat datang, ahlan wa sahlan bi hudurikum di Pondok Pesantren Al-hikamussalafiyyah. Yang mungkin namanya cukup familiar ini. Karena di Purwakarta ada Pesantren Al-hikamussalafiyyah dan di Sumedang juga ada Pesantren Al-hikamussalafiyyah ini”, tandasnya.

 

Saya juga ingin meminta maaf bila jamuannya kurang sempurna, karena persiapannya mendadak juga keterbatasan kami di Pesantren Al-hikamussalafiyyah.

 

“Saya mohon maaf apabila jamuannya kurang sempurna, karena persiapannya mendadak dan keterbatasan kami di pesantren Al-hikamussalafiyyah bahkan saya sampai lupa bahwa ciri khas Kabupaten Sumedang itu Tahu Sumedang”, Pungkas Kyai Sa’dulloh. (Zidan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.