Ponpes Al Hikamussalafiyyah Memulai Pembangunan Sarana Dan Prasarana Sanitasi

Pendiri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah K.H Muhammad Aliyuddin dan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah K.H Sa’dulloh yang didampingi oleh Tim PPK Sanitasi PUPR Provinsi Jawa Barat meletakkan batu pertama untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana Sanitasi di Ponpes Al-Hikamussalafiyyah, Sabtu(03/07).


Peletakan batu pertama tersebut dilakukan dengan sebelumnya melakukan doa bersama untuk kelancaran pembangunannya. 
Pendiri Ponpes Al Hikamussalafiyyah KH. M. Aliyuddin berterima kasih kepada pemerintah karena telah memberikan kuota pembangunan sanitasi untuk Ponpes Al Hikamussalafiyyah. 


“Terima kasih kepada pemerintah karena telah memberikan kuota pembangunan sanitasi untuk Ponpes Al Hikamussalafiyyah. . MCK ini sangat dibutuhnya,” paparnya.


Tim PPK Sanitasi PUPR Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Muhammad Zuhdan berharap agar pembangunan MCK ini bisa dimanfaatkan dengan baik khususnya santri yang bermukim di Ponpes Al Hikamussalafiyyah. Hal ini dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar dengan aman, nyaman, bersih dan sehat.


“Kami atas nama Tim TFL sangat mendukung sekali pembangunan ini. Ini bukti kepedulian dari pemerintah, terutama oleh Kemenag melalui PUPR. Kami siap membantu dan mengawal proses pembangunannya sampai selesai.”


Zuhdan juga berharap agar pembangunan MCK ini bisa dimanfaatkan dengan baik khususnya santri yang bermukim di Ponpes Al-Hikamussalafiyyah. Hal ini dapat menunjang kegiatan belajar-mengajar dengan aman, nyaman, bersih dan sehat.


Senada dengan kyai Aliyuddin, Pimpinan Pesantren KH Sa’dulloh juga apresiasi kepada pemerintah atas bantuan pembangunan MCK di Ponpes Al Hikamussalafiyyah, termasuk pembangunan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). 


Lanjutnya, “Kita bahagia dan gembira atas perhatian pemerintah terhadap Ponpes. Kenapa? Karena pemerintah harus berterima kasih atas adanya ponpes yang dikelola oleh masyarakat.”


Pimpinan Pesantren meminta agar pengelola bisa melaksanakan pembangunan sesuai dengan regulasi. Ia tidak ingin ada masalah di kemudian hari.


“Kelola dengan baik. Manfaatkan oleh lingkungan,” pintanya. Abdul Haris Herdiana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *