Program WarNU Hadir Di Pondok Posantren Al-Hikamussalafiyyah

Program Warung NU (Warnu) yang digagas oleh Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (LPNU) Jawa Barat diberikan kepada Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sebagai Pesantren Pertama di kabupaten Sumedang yang mendapat program (Warnu) tersebut.
Menurut General Manager PT Jaringan Sistema Semesta (JSS) Pengurus Besar Lembaga Perekonomian Nahdatul Ulama (PB LPNU), Agus Hadi Susanto mengatakan, usaha ritel sebagai salah satu usaha yang paling diminati di pesantren. Pasalnya, usaha ini dapat dijalankan oleh koperasi pesantren, alumni pesantren, keluarga santri dan tentunya masyarakat sekitar pesantren.


“Program Warnu itu merupakan konsep toko ritel yang bisa dijalankan dengan modal yang tidak besar, memanfaatkan ruangan- bila perlu menggunakan rumah sebagai fasilitas, dan itu sangat membantu memperkecil resiko,” ujarnya dalam acara sosialisasi Warnu di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Jalan Sukamantri No 85 Tanjungkerta Sumedang (22/12/2020).


Program kios warung NU (warNU) digital ini merupakan kios yang menjual produk kebutuhan sehari-hari dengan menggunakan alat transaksi pintar berbasis digital dengan berbagai keunggulan, salah satunya kemudahan permodalan.


“Jadi perbankan dan fintech syariah sangat mendukung bagaimana Pemerintah (Kemenko Perekonomian) mendukung program ini supaya kue ekonomi Indonesia bisa dinikmati seluas-luasnya bahkan dari industri yang berawal dari rumah,” ungkap Agus.


Untuk itu, lanjut Agus, terdapat banyak keunggulan lainnya adalah penataan kios yang menarik, atau pemanfaatan lahan yang ada, bisa di rumah atau di lahan yang setidaknya memiliki minimal luas 2,5 x 2,5 m atau 3 x 3 m persegi.


“Prinsipnya kami sangat mudah, baik dari konsep maupun dari operasional WarNU yang nantinya akan dijalankan oleh setiap Pondok Pesantren di Jawa Barat.


Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, KH. Sa’dulloh, SQ.,M.M.Pd menyambut baik program Warnu tersebut karena disinyalir sangat berpeluang besar untuk memberikan peluang ekonomi yang besar dan membesarkan ekonomi Pesantren.


“Saya sambut program WarNU ini karena sangat berpeluang besar untuk memberikan peluang ekonomi yang besar dan membesarkan ekonomi Pesantren sehingga akan tercapai kesejahteraan dan pengembangan ekonomi Pesantren,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *