Mengelola Media Online Pesantren Bentuk Khidmat Santri Zaman Now

Sebagian besar perkembangan pesantren di Indonesia yang telah masyhur, rata-rata diimbangi oleh perkembangan pengelolaan media online di tiap pesantrennya. Hal ini disampaikan oleh salah satu pengelola media online Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Ayi Abdul Kohar, di aula Yapisma Sukamantri Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat dalam pelatihan pengkaderan pengelola media pesantren.

Dahulu, sebelum berkembangnya teknologi dan internet, mengabdi kepada pesantren biasanya hanya sebatas membantu kyai mengurus ternak, kebun, menjadi supir pribadi kyai, dan membantu memasak di dapur pesantren, lanjut Ayi, Jumat (21/8/2020). Berbeda dengan zaman sekarang. Mengabdi kepada pesantren selain yang disebutkan di atas, bisa juga dengan cara mengelola media online pesantren.

Hal ini didorong oleh berkembangnya ilmu teknologi dan telah masuk ke dalam era Revolusi industri 4.0, yang dimana kecanggihan teknologi dan internet menjadi sebuah kebutuhan bagi setiap orang, guna memudahkan aktifitas sehari-hari.

Banyak manfaat jika sebuah pesantren sudah memiliki media online. Salah satunya bisa menjadikan nama suatu pesantren mudah dikenal. Dengan mengikuti perkembangan zaman, mengelola media online bisa membantu memajukan ekonomi pesantren, menambah wawasan santri tentang teknologi, memudahkan untuk menyebarkan ilmu agama dan informasi seputar pesantren.

Saat ini eksistensi sebuah pesantren dikalangan masyarakat tidak hanya dengan mencetak alumni yang berprestasi. Tapi pengelolaan media online pesantren juga menjadi salah satu daya saing dan eksistensi antar pesantren di Indonesia.

Alumni pondok pesantren saat ini tidak cukup dibekali keahlian dalam ilmu agama. Tapi para alumni pesantren juga harus dibekali kelahlian mengelola media online, guna mengimbangi perkembangan zaman. Jangan sampai dakwah-dakwah di dunia online dikuasai oleh orang-orang radikal yang tidak faham makna islam rahmatan lil ‘alamin.

Para santri dan alumni Pesantren harus pandai berdakwah di media Online dengan menyampaikan wujud Islam rahmatan lil ‘alamin, Islam yang ramah bukan yang marah. Menegakkan Islam yang mengajak bukan mengejek. Serta mewujudkan Islam yang merangkul, bukan yang memukul.

Dengan berkembangnya media online pesantren di seluruh Nusantara, besar harapan semoga faham-faham Islam ahlusunnah wal jamaah bisa berkembang lebih cepat di bumi petiwi ini, tutup Ayi. (Zidan/Ihsan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *