MENGGAPAI HARAPAN, BUKAN ANGAN-ANGAN

الرجاء ما قارنه عمل والا فهو امنية

Harapan itu harus disertai perbuatan. Jika tidak, ia hanyalah angan-angan belaka. –Syekh Ibnu Atha’illah, Al-Hikam.

Menurut Syekh Abdullah Asy-Syarqawi, harapan (raja’) yang sesungguhnya adalah harapan yang dapat memotivasi seseorang untuk bekerja dan beramal secara nyata. Biasanya orang yang berharap sesuatu maka dia akan mencarinya. Orang yang takut terhadap sesuatu, dia akan menghindarinya.

Maka, jika harapan tidak dibarengi dengan amal yang nyata atau pelakunya bermalas-malas dan enggan melakukan pekerjaan serta terjebak dalam gelimang maksiat dan dosa, maka menurut para ulama hal tersebut hanyalah angan angan belaka. Itu bukanlah harapan yang sesungguhnya, melainkan ketertipuan.

Rasulullah bersabda, “Orang yang baik adalah orang yang menghinakan dirinya sendiri dan beramal untuk masa setelah kematian. Sedangkan orang yang buruk adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berharap dari Allah dengan harapan-harapan palsu.”

–Syekh Ibnu Atha’illah, Al-Hikam, syarah Syekh Abdullah Asy-Syarqawi.

 3,468 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *