Pekerjaan yang cocok buat seorang Hafidz/ah

Jika Pemerintah atau lembaga manapun ingin memberikan penghargaan kepada para hafidz/ah, maka berikan penghargaan tersebut dengan tidak dibarengi dengan embel embel kemudahan pekerjaan ditempat tertentu. 

Seperti contohnya, orang yang sudah hafal Qur’an maka diberi kemudahan untuk bekerja di pemerintahan. Setelah diterima, kedepanya waktu para hafidz/ah akan disibukkan dengan pekerjaannya tersebut, sehingga hafalannya jadi tidak terurus, kemudian siapa yang dosa?

Maka, solusinya jika pemerintah ingin memberikan penghargaan kepada para hafidz/ah, maka berikan saja penghargaan itu (seperti pemberian insentif), suruh para hafidz untuk menjaga hafalannya.

Kalaupun iya tiap penghargaan kepada para hafidz/ah harus ada embel embel pekerjaannya, ya menjaga hafalan, ngaderes, simaan, itulah pekerjaan yang sesuai dengan para hafidz/ah.

Disampaikan oleh KH. Sa’dulloh (Wakil Ketua PW JQH NU Provinsi Jawa Barat) pada kegaiatan Pemantapan Program Sadesha kabupaten Sumedang di Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyyah Sumedang, sabtu, (25/01)

Ayip

 12,131 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *