Kuatkan Mental Mesantren Para Santri, Pesantren Al-Hikamussafiyyah Gelar Bincang Inspiratif Bareng Alumni Berprestasi

Akhir-akhir ini ada beberapa santri Pesantren Al-Hikamussafiyyah yang mental dalam mesantrennya sedikit goyah. Baru di uji dengan beberapa ujian saja, inginnya langsung keluar dari pesantren.

Ada santri yang baru di uji dengan hilang sendal, santri tersebut langsung ingin keluar pesantren. Ada juga yang di uji dengan mandi dan makan harus ngantri, ini juga sama suka ingin keluar dari pesantren.

Ada juga beberapa santri yang mulai tergoda oleh kehidupan teman-teman kecilnya yang tidak mesantren. Beberapa santri yang ingin ketika pulang sekolah bebas bermain motor, pegang HP, main game online, main di warnet, dan lain sebagainya. Godaan tersebut membuat mereka ingin keluar dari pesantren.

Selain itu, ada juga beberapa santri yang masih beranggapan kalau mesantren itu bisa mengakibatkan masa depan menjadi suram. Takutnya kalau mesantren tidak bisa jadi dosen, PNS, TNI, Polisi, pejabat, pengusaha, dan yang lainnya. Anggapan seperti ini juga dijadikan alasan santri untuk keluar dari pesantren.

Fakta-fakta fenomena tersebut, tentunya kalau dibiarkan akan menjadi penyakit mental para santri. Dan ini harus segera dicegah supaya para santri dapat tenang kembali dalam mencari ilmu.

Salah satu upaya pencegahannya yaitu dengan sering memberikan wejangan kepada para santri. Buatlah para santri percaya diri dan optimis dalam menghadapi semua masalah. Berikan gambaran tentang prospek masa depan santri yang cerah sekaligus dengan contoh orangnya.

Pimpinan Pesantren Al-Hikamussafiyyah, KH. Muhammad Aliyuddin sering bicara dihadapan santrinya bahwa jika Allah SWT akan mengangkat derajat seseorang selalu di uji dulu. Orang pergi mesantren, tentunya orang tersebut akan diangkat derajatnya oleh Allh SWT. Tapi sebelum diangkat derajatnya, selalu di uji dulu.

Bisa jadi, hilang sendal di pesantren, makan dan mandi ngantri, sering sering sakit, serta terkena penyakit gudik itu bentuk ujian Allah SWT kepada hamba-NYA yang ingin diangkat derajatnya. Dan seorang santri harus mampu menghadapi dan melewati ujian tersebut.

Upaya lain yang dilakukan oleh Pesantren Al-Hikamussafiyyah supaya para santri nyaman dan “betah” mondok di pesantren yaitu dengan menghadirkan alumni yang berprestasi untuk berbicara di hadapan para santri tentang profil dan sejarah beliau ketika di Pesantren Al-Hikamussafiyyah sampai saat ini. Tentunya diharapkan kisah inspirasi para alumni tersebut bisa menjadi penyemangat para santri dalam mencari ilmu di Pesantren.

Rencananya setiap alumni yang berprestasi akan di undang ke Pesantren Al-Hikamussafiyyah secara bergiliran. Dan salah satu alumni yang hari Kamis, 29 Desember 2019 kemarin bisa hadir di Al-Hikamussafiyyah yaitu Jamil Abdul Aziz dan Firman Ahmad Baihaqi.

Beliau berdua salah satu Hafid Qur’an terbaik di Pesantren Al-Hikamussafiyyah, masih muda, belum menikah, Berprestasi, dan sudah menghasilkan banyak karya.

Profil lengkap kedua alumni tersebut akan admin sampaikan pada postingan selanjutnya.

Semoga bermanfaat.

Jabat erat tangan kami,
Pesantren Al-Hikamussalafiyyah.

 433 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *