SITI MAEMUNAH, Hafidz Yang Santun Penyuka Permainan Tradisional Boy Boyan

Siti Maemunah atau lebih akrab dipanggil Unah lahir di Sumedang, 21 Juni 2002. Dia anak kedua dari pasangan Bapak Entang dan Ibu Siti Hopsah. Saat ini kedua orang tua Unah tinggal di Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Unah mulai menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah sejak duduk di kelas 7 MTs Plus Al-Hikam. Alhamdulillah berkat kerja keras yang selalu dia kobarkan dalam proses menghafal Al-Quran, lima tahun kemudian ketika duduk di kelas 11 MA Plus Al-Hikam, tepatnya hari Ahad, 28 April 2019 Unah bisa mengkhatamkan Al-Quran 30 juz.

Saat ini Unah yang mempunyai hobi nonton film sedang menyelesaikan program studinya di MA Plus Al-Hikam. Dia tercatat sebagai siswa kelas 12 jurusan ilmu alam. Di sela-sela jeda waktu sekolah, dia suka mengajak teman-temannya untuk bermain boy boyan. Olah raga permainan boy boyan memang sudah menjadi olah raga pavorit dia bersama teman-temannnya di MA Plus Al-Hikam.

Ketika sekolah di MTs dan MA Plus Al-Hikam, Unah aktif juga di organisasi Pengurus Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Dia pernah menduduki jabatan Sekretaris 3 di Pengurus Komisariat IPPNU MA Plus Al-Hikam.

Selama perjalanan menghafal Al-Qur’an, Unah paling suka menghafal setelah sholat subuh. Kalau menghafal dia selalu memilih tempat-tempat yang sedikit sepi dan hening. Biasanya dia memilih di mushola pesantren. Kalau di mushola sedang ramai, Unah suka memilih mojok sendirian di tempat jemuran.

Perstasi-prestasi di bidang tahfidz pun sering Unah perolah. Sederet tropy Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) dari mulai tingkat pesantren sampai tingkat kabupaten sudah memenuhi lemari pialanya. Selain di bidang tahfidz, si penyuka makanan bakso ini suka juga mengikuti festival-festival sholawat. Dia bersama grup hadrohnya pernah juara pertama festival hadroh tingkat kabupaten.

Ada motovasi tersendiri yang selalu Unah tanamkan dalam proses menghafal Al-Quran. Gadis penyuka warna biru dan ungu ini tidak mau mengecawakan orang tuanya dan ingin menjadi anak yang sholehah. Khatam menghafal Al-Quran yang dia perolah dipersembahkannya untuk membahagiakan kedua orang tuanya di dunia dan akhirat. Selain itu Unah sangat termotivasi untuk ambil bagian dalam menjaga firman-firman Allah SWT.

Dalam menjalani proses hidup, Unah yang mempunyai cita-cita ingin menjadi arsitek dan dosen ini selalu tidak memikirkan hasil akhirnya. Karena dia punya moto hidup, akhir tak seberapa penting dengan prosesnya. Jangan berpikir tentang bagaimana akhirnya, tapi nikmatilah prosesnya.

Semoga setiap bait huruf Al-Qur’an yang Unah baca dapat membawa keberkahan untuk Siti Maemunah, keluarganya, seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, serta siapa saja yang mencintai Al-Qur’an.

Jabat erat tangan kami,
Pesantren Al-Hikamussalafiyyah.

 511 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *