RAGHIB ATTANZIL, Hafidz Bersuara Merdu yang Jadi Anggota Banser NU

Dua puluh tahun yang lalu, Raghib Attanzil, salah sorang Hafidz Al-Qur’an di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah terlahir. Dia lahir di Kuningan, 12 Februari 1999. Kedua orang tua Raghib saat ini tinggal di Jalan Talas Pondok Cabe Ilir Pamulang Tangerang Selatan. 

Sejak kecil, Raghib diasuh oleh kedua orangtuanya. Ibunya yang bernama Eey Khoiriyah dan Ayahnya H. Aef Saifulloh Fudali sangat menyayangi anaknya dan menginginkan Raghib menjadi penghafal Al-Qur’an.

Akhirnya, Raghib yang menyukai warna hijau ini oleh orang tuanya dipesantrenkan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang, juga sambil sekolah di MTs dan MA Plus Al-Hikam.

Raghib memulai menghafal juz 1 sejak duduk di kelas 9 MTs Plus Al-Hikam. Dan bisa menyelesaikan menghafal Al-Qur’an setelah 6 tahun kemudian. Tepatnya tanggal 25 Juni 2019.

Selama di Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, Raghib tidak hanya fokus menghafal Al-Qur’an saja, tapi dia suka aktif di ekstra kurikuler tilawah dan hadroh. Bakat suaranya yang halus dan merdu membuat Raghib selalu bersemangat ketika belajar tilawah dan sholawatan.

Berbekal suara merdunya itulah, Raghib yang punya hobi bermain bola ini didaulat jadi vokalis Gambus Al-Hikam. Dia sering naik panggung untuk tampil dalam berbagai acara. Baik itu acara gambusan, festival sholawat, MTQ, atau undangan pribadi untuk membacakan tilawah. Malahan Raghib pernah juara 3 lomba tilawah tingkat provinsi.

Jejak prestasi-prestasi yang pernah Raghib miliki, membuat dia yakin untuk mengejar cita-citanya. Dia mempunyai cita-cita ingin menjadi Qori Internasional. 

Efek terjang Raghib tidak hanya di bidang tahfidz dan olah vokal saja. Raghib pernah ikut diklatsar Banser Nahdlatul Ulama. Dan saat ini dia tercatat sebagai anggota Banser NU di Kabupaten Sumedang. Kecintaan dan ta’dzim terhadap ulama sungguh luar biasa.

Walaupun aktif diberbagai kegiatan, Raghib yang menyukai makanan ketoprak ini selalu ingat pesan kedua orang tuanya untuk menghafal Al-Qur’an. Karena menjadi seorang Hafidz merupakan impiannya. Selain itu, Raghib tidak mau mengecewakan orangtuanya. Dia ingin menjadi anak yang sholeh, bisa membanggakan orang tuanya hingga bisa memberikan mahkota di surga.

Dalam menjalani setiap episode kehidupan, Raghib yang menyukai Sahabat Bilal bin Robah RA ini selalu pepegang pada moto hidupnya. Yaitu, manfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya karena waktu itu berharga daripada emas.

Semoga setiap bait huruf Al-Qur’an yang Raghib baca dapat membawakan keberkahan untuk Raghib Attanzil, keluarganya, seluruh Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah, serta untuk siapa saja yang mencintai Al-Qur’an.

Jabat erat tangan kami,
Pesantren Al-Hikam Mussalafiyyah

 761 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *